Archive for October, 2009

Proyek Bendungan Jatigede berlokasi di Jawa Barat tepatnya di daerah Sumedang dan telah tertunda selama 44 tahun dari perencanaannya pada tahun 1963. Pembangunan proyek ini akan menenggelamkan 5 kecamatan dan 30 desa, menggusur sebanyak 70.000 jiwa penduduknya, menenggelamkan areal seluas 6.783 ha dengan 1200 ha hutan milik Perhutani, dan puluhan situs sejarah ikut tersapu. Dengan hilangnya 3.200 ha, lahan subur yang termasuk di dalamnya adalah pertanian Sumedang yang akan kehilangan 80.000 ton padi per tahun. Selain itu, bahaya proyek ini disebabkan letak pembangunannya di atas daerah rawan gempa dengan adanya struktur patahan yang telah menyebabkan gempa pada tahun 1912 dan 1990 akibat pergeseran zona sesar dalam. Harus dijadikan pertimbangan pula fakta bahwa kondisi DAS Cimanuk yang akan dibendung telah mengalami kerusakan sebesar 47%.

Bendungan di Dunia

Proyek Jatigede akan menambah satu terhadap 4500 bendungan yang telah tersebar di seluruh dunia, dengan puncak pembangunan besar-besaran terjadi pada tahun 1980 dan menurun drastis setelah tahun 1990. Hal ini terjadi karena bendungan mulai terlihat bukan merupakan solusi, melainkan penundaan masalah dengan resiko yang jauh lebih besar, bendungan bukan solusi.

Read the rest of this entry

Dengan merujuk juga kepada penelitian mutakhir, yang dilakukan Balai Arkeologi Bandung, di lokasi yang akan ditenggelamkan pembangunan Waduk Jatigede terdapat setidaknya 25 situs arkeologi, yang kebanyakan berupa makam kuna. Situs-situs yang ada di wilayah ini sebagian merupakan peninggalan masa prasejarah (terlihat dari tradisi megalit yang ada), masa Kerajaan Tembong Agung/Sumedanglarang, dan sebagian lagi makam leluhur pendiri desa, ada juga yang tidak diketahui asal-usulnya.

Menurut penelitian arkeologi, peninggalan- peninggalan leluhur ini, memperlihatkan adanya transformasi dari masa prasejarah (masa sebelum dikenal tulisan) ke masa sejarah (masa setelah dikenal tulisan). Jadi, makam kuna yang tergolong budaya megalit (batu-batu besar) itu adalah warisan prasejarah yang terus difungsikan pada masa sejarah. Makam-makam kuna ini adalah peninggalan sejarah yang mencerminkan latar belakang sosio budaya masyarakat lama di Kabupaten Sumedang dan nilai makam-makam ini melekat dengan tempat (site) di mana ia berada. Sebagai warisan peradaban sudah sepatutnya situs-situs itu kita lestarikan.

Mengenal Situs Jatigede Oleh Dr. Nina Herlina Lubis, M.S.

Penulis melakukan kunjungan ke lapangan beberapa bulan lalu untuk melihat kondisi situs-situs tersebut dan mendokumentasikan tradisi lisan yang hidup di sana. Dengan merujuk juga kepada penelitian mutakhir, yang dilakukan Balai Arkeologi Bandung, di lokasi yang akan ditenggelamkan pembangunan Waduk Jatigede terdapat setidaknya 25 situs arkeologi, yang kebanyakan berupa makam kuna.

Read the rest of this entry

Di Gunung Lingga, Karuhun, Berkumpul

BANYAK yang percaya bahwa Gunung Lingga yang berlokasi di Desa Cimarga, Kec. Darmaraja, Kab. Sumedang adalah tempat keramat. Di tempat itu, konon, Prabu Tajimalela, Raja Sumedanglarang menghilang alias ngahyang. Sebelumnya, Prabu Tajimalela mewariskan kerajaannya (yang juga terkenal dengan nama Himbar Buana) kepada seorang putranya, Prabu Gajah Agung. TERLEPAS benar atau tidaknya cerita itu, yang jelas dalam waktu dekat, Gunung Lingga bakal kedatangan “penghuni” baru. Situs-situs makam kuno di daerah genangan Bendung Jatigede bakal dipindahkan ke sana. Dengan demikian, warga Sumedang tidak “kehilangan” karuhun-nya, setelah projek Bendung Jatigede terealisasi. Kenapa dipindahkan ke Gunung Lingga? Alasan utamanya karena gunung itu tidak termasuk daerah genangan Bendung Jatigede. “Alasan” lainnya, agar para karuhun urang Sumedang bisa “berkumpul” dengan Prabu Tajimalela.

Di Gunung Lingga, Karuhun “Berkumpul”

Sumber: http://www.pikiran-rakyat.com/prprint.php?mib=beritadetail&id=61501

MAKAM Prabu Guru Aji Putih di Situs Cipeueut, Desa Cipaku, Kec. Darmaraja, Kab. Sumedang. Kuburan raja pertama Kerajaan Tembong agung ini, merupakan salah satu situs yang berada di wilayah calon genangan Waduk Jatigede.* BIBING RUSMANA/GALURA

BANYAK yang percaya bahwa Gunung Lingga yang berlokasi di Desa Cimarga, Kec. Darmaraja, Kab. Sumedang adalah tempat keramat. Di tempat itu, konon, Prabu Tajimalela, Raja Sumedanglarang menghilang alias ngahyang. Sebelumnya, Prabu Tajimalela mewariskan kerajaannya (yang juga terkenal dengan nama Himbar Buana) kepada seorang putranya, Prabu Gajah Agung.

Sebelum bernama Sumedanglarang, kerajaan tersebut bernama Tembong Agung dan diperintah oleh tokoh bernama Guru Aji Putih. Tokoh ini, disebut-sebut masih memiliki hubungan kekerabatan dengan Sri Baduga Maharaja (Prabu Siliwangi I).

Nama Sumedanglarang, menurut sahibul hikayat, bermula dari kalimat yang diucapkan Prabu Tajimalela: insun medal madangan (aku lahir di tempat ini). Seiring perkembangan zaman, kalimat itu kemudian berubah menjadi Sumedanglarang. Belakangan, kata “larang” yang berada di belakang Sumedang dihilangkan.

Read the rest of this entry

Tahu Sumedang

Disaat sejumlah perusahaan manufaktur di Jawa Barat berniat gulung tikar dan memberhentikan sejumlah karyawan akibat krisis finansial global, industri rumahan tahu sumedang masih menggeliat. Di sentra industri tahu sumedang di Kampung Babakan Giriharja, Kecamatan Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang, belasan industri rumahan tahu terus berjalan dengan kapasitas pengolahan kedelai hingga 2 ton per hari.

Tahu Sumedang Masih Menggeliat

Di sentra industri tahu sumedang di Kampung Babakan Giriharja, Kecamatan Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang, belasan industri rumahan tahu terus berjalan dengan kapasitas pengolahan kedelai hingga 2 ton per hari.

Namun, seperti dituturkan Udin Komarudin (40), salah seorang pengusaha tahu, keuntungannya merosot hingga 60 persen karena kenaikan harga kedelai sejak akhir Desember 2007. Padahal, saat harga kedelai masih Rp 2.500-Rp 3.000 per kilogram, keuntungan pengusaha bisa mencapai 100 persen dari modal awal. Kini, harga kedelai Rp 6.500-Rp 7.000 per kg.

“Keuntungan juga terkuras kenaikan harga bahan bakar minyak,” ujar Udin.
Dalam sehari, pabrik pengolahan tahu milik Udin rata-rata menggiling 6 kuintal kedelai. Total, Udin bisa menghasilkan 80 ancak (semacam loyang dari kayu berbentuk persegi berukuran 40 cm x 40 cm) tahu.

Read the rest of this entry

Pengingat Sholat di Mozilla Firefox

Bagi anda yang sering browsing (menjelajahi) dunia maya bersama Mozilla Firefox, maka jika tidak ada yang mengingatkan, bisa saja lupa jika waktu sholat telah masuk. Diantara keunggulan Firefox adalah dukungan Add-ons (fungsi tambahan) yang sangat banyak. Salah satunya adalah pengingat sholat. Salah satu add-ons yang cukup bermanfaat adalah Pray Times!, pengingat sholat untuk Firefox.

Pray Times! menggunakan algoritma perhitungan yang mirip (kemungkinan sama) dengan aplikasi pengingat sholat lainnya, seperti Shollu, Azan Times dan lainnya. Sehingga jika sudah pernah menggunakan Shollu, maka terlihat waktunya hampir sama.

Read the rest of this entry

Jika kita ingin menyimpan gambar (window) dari tampilan di komputer, biasanya bisa kita lakukan dengan menekan tombol “Print Screen” yang ada di Keyboard. Tetapi untuk mengambil dari video sering menjadi masalah, dengan print screen kadang hanya didapatkan gambar kosong.

Berikut beberapa tips untuk mengambil (capture) gambar dari video dan menyimpannya, baik dengan Windows Media Player, Media Player Classic dan GOM Player.

Windows Media Player (WMP)

Player yang disertakan windows ini mungkin sering dijadikan player default (bawaan). Untuk menyimpan gambar dari WMP, sebagian bisa menggunakan shotrcut keyboard Ctrl+i. Jika berhasil, maka akan langsung muncul window untuk menyimpan hasil capture.

Read the rest of this entry

Cara Mengukur Harga Website

Pertanyaan kuno yang masih sering dipertanyakan adalah bagaimana cara mengukur harga sebuah website, sehingga kita dapat mengetahui pantas tidaknya harga tersebut. Karena di industri ini berlaku penetapan harga market-based, artinya tidak ada tolak ukur yang pasti atau fixing price, membuat kita perlu memahami cara mengukur harga yang wajar untuk sebuah website. Langkah pertama untuk mengukur adalah menetapkan tingkat profesionalitas developer sendiri. Kemudian tentukan minimal jumlah sumber daya manusia yang dibutuhkan untuk membuat website tersebut. Biasanya minimal membutuhkan 2 orang, seorang desainer dan seorang programmer.

Read the rest of this entry

Improve the web with Nofollow Reciprocity.